Pengalaman iDU : Open My Mind Widely

iDu merupakan media pembelajaran online menggunakan metode Campus Learning Management System iDu.

Halo Pribadi Raharja, kali ini saya akan membagikan cerita tentang pengalaman pribadi saya berinteraksi dengan sistem belajar dengan iDu. Seperti dikutip dari “ibu” nya iDu, Qurotul Aini di cerminya bahwa iDu merupakan media pembelajaran online menggunakan metode Campus Learning Management System iDu. Segala bentuk pembelajaran dapat dilakukan di iDu dengan mengkombinasikan tatap muka dan kegiatan belajar online melalui website idu.raharja.info bagi mahasiswa/i dan dosen. iDu dirancang fleksibel sehingga menghasilkan proses belajar yang berkualitas.

Cermi ini juga merupakan lanjutan sekuel dari cermi saya First Touch iLearning yang dibuat pada awal-awal gabung di MTI Raharja. Saking shocknya dengan iDu, maka baru sebentar saja mencicipi sudah lahir tulisan pertama dan langsung mengantarkan nama saya di daftar penerima SC. Satu kebanggan tersendiri.

Nah kini sudah seumur jagung berkecimpung pastinya sudah banyak kejutan-kejutan yang baru ditemukan dalam sistem ini. Hingga saat ini saya sudah merasakan bagaimana tegangnya sesi kuliah offsite, cantiknya debate online, sport jantung karena menunggu konfirmasi iDuhelp, lalu pusingnya menggunakan Widuri. Bahkan para alumnus STMIK Raharja sendiri pun mengaku mengalami hal yang sama.

Keanggunan iDu bagi saya (khususnya class MIT2) ada di standar jawaban yang harus disubmit di sistem. Anda lupa submit, maka fatal akibatnya, tidak ada nilai sama sekali alias NOL. Ini baru satu yang membuat kita sport jantung. Ya, kita ada 3 kali kesempatan untuk submit, kalau kalau ada yang perlu direvisi, tetapi jangan tanya soal revisi due date. Oleh karena semua dikondisikan oleh sistem maka jadwal “Given” dan “Due Date” tidak ada tawar menawar, sepenuhnya hak prerogatif Dosen. Nah bagi banyak miters yang lupa submit adalah ketika ada tugas untuk mengerjakan proyek di luar idu konsentrasi mereka hanya tertuju ke proyek dimaksud. Dan ketika semuanya harus disubmit ke idu, maka hal ini tidak disadari. Miters selanjutnya akan saling bertanya “Mengapa masih perlu ke idu, kan tugasnya adalah membuat (misalnya iduhelp, widuri, site ime…)”. Mari tengok ilustrasi berikut .

[pe2-image src=”http://lh4.ggpht.com/-cPn4yWF3CXM/VEDYhLSTEVI/AAAAAAAAAYg/6UwX3pf77Jc/s144-c-o/bagan1.png” href=”https://picasaweb.google.com/116191092558988051600/2014101702#6071090362172248402″ caption=”bagan” type=”image” alt=”bagan1.png” ]

Jadi diawali di iDu, berakhir pun di iDu. Apapun jenis instruksi assignment dari dosen selalu diakhiri dengan submit answer di iDu. Jika ini tidak dilakukan maka sia-sia lah pekerjaan kita yang mungkin tak jarang sampai kerja lembur begadang, habis kopi bergelas-gelas, permen berbungkus-bungkus, nasi goreng atau apapun :). Dan ini sungguh terjadi, tidak sedikit teman-teman Miters baru sadar belum submit ke iDu lagi setelah closed. Ya analoginya begini ; kita menerima perintah dari satu pihak (dalam hal ini iDu) maka setelah selesai harus memberikan laporan pula ke pihak pemberi perintah tadi. Saya rasa ini sangat logis, tidak sulit, hanya butuh sabar dan teliti.

Sebagai bagian dari SDLC di institusi Perguruan Tinggi Raharja, tentu iDu juga membutuhkan evaluasi dari berbagai sudut pandang. Dalam kesempatan ini ijinkan saya mengutarakan beberapa hasil “audit” terhadap pelaksanaan e-learning dengan iDu.

  1. Batas waktu/ due date : Bagi saya due date yang relatif singkat mempunyai arti sendiri, sebab saya termasuk yang dapat bekerja lebih baik ketika stress, seperti menjelang due date dibanding kondisi yang biasa-biasa saja (ini saya ketahui setelah mengikuti training Manajemen Stress) jadi semacam cambuk pemicu. Namun ini tentu berbeda bagi teman lainnya yang justru akan memperburuk keadaan dengan kondisi stress. Beberapa assignment memang ada yang berdekatan waktunya antara satu assignment dengan lainnya. Sebagai mahasiswa tentu saja saya lebih senang jika due date tidak terlalu singkat, minimal melewati jadwal pertemuan / tatap muka setelah due date pertama terlewati.
  2. Jadwal open : Ini menarik, sebab mau tidak mau kita harus update informasi melalui media yang ada yaitu milis. Jika dipandang secara global ini artinya sebagai insan komputer wawasan kita harus terbaharui setiap saat. Saya bisa memahami jika diantara kami ada yang berharap jadwal penerbitan assignment terjadwal. Ini membantu mereka yang bekerja full day, jadi mereka bisa mengatur waktu kapan harus mengerjakan tugas (pasti harapannya ada hari Minggu-nya sebab hari tersebut tidak ngantor:))

Anyway sistem ini sudah mendekati sempurna. 2 point di atas sekedar harapan saya, artinya jika kondisi tersebut terealisasi tentu lebih menyenangkan. Oh iya saya rasa yang paling merasakan masalah due date adalah Miters yang hadir bukan dari background komputer, yang perlu waktu sedikit lebih lama untuk beradaptasi dengan bermacam-macam istilah. Tapi dengan semangat 45 mari kita belajar bersama untuk keberhasilan bersama. Salam RAHARJA

Jangan lupa mampir ke sini

ETALASE CERMI : MMSP

[pe2-image src=”http://lh3.ggpht.com/-umOednT6Yak/VDur5djmBnI/AAAAAAAAANs/osURH7yGFSg/s144-c-o/IMG_20141013_131942.jpg” href=”https://picasaweb.google.com/116191092558988051600/MMSP#6069633926486689394″ caption=”” type=”image” alt=”IMG_20141013_131942.jpg” ]

Kawan-kawan Miters sekalian ijinkan saya membantu menginventarisir cermi kita tentang MMSP. Ini adalah metamorfosa dari email Pa Ahmad Roihan (judul topik ETALASE CERMI MMSP Untuk Mendapatkan SC), mahasiswa S2 angkatan 2 yang dengan penuh semangat membangun telah sudi mengajak teman-teman berpartisipasi. Juga ada Pa Wahyu yang sudah membuat daftar di Rinfogroups (melengkapi thread Pa Roihan). Lalu mengapa saya masih membuat daftar lagi di cermi? Tanpa mengurangi hormat saya kepada Pa Roihan dan Pa Wahyu, dan bukan dalam rangka sok yes atau menyombongkan diri, inilah kronologinya.

[pe2-image src=”http://lh6.ggpht.com/-MhCjIoeouAM/VDz8qUmEtBI/AAAAAAAAAU8/hxmQMU5DhNY/s144-c-o/etaroihan.png” href=”https://picasaweb.google.com/116191092558988051600/20141014#6070004201801692178″ caption=”” type=”image” alt=”etaroihan.png” ]

 [pe2-image src=”http://lh3.ggpht.com/-QUUIe4tBh7I/VDz6sF6mJyI/AAAAAAAAAVM/WMXGAa7_ihY/s144-c-o/wahyu.png” href=”https://picasaweb.google.com/116191092558988051600/20141014#6070002033197721378″ caption=”” type=”image” alt=”wahyu.png” ]

Berawal dari usaha saya membuat “ETALASE CERMI” untuk Discipline IT di Rinfogroups (MIT2), yang mana adalah kumpulan link cermi untuk menyelesaikan assignment 4 yang mengatakan di salah satu instruksinya “…bisa dipresentasikan atau minimal mendapatkan 15 komen…”. Sehingga pada waktu itu ETALASE CERMI selanjutnya digunakan sebagai ajang menjajakan cermi agar lebih mudah ditemukan untuk selanjutnya mudah mendapat komen. Jika katakan ada 20 mahasiswa saja yang aktif dan berhasil membuat cermi, kemudian masing-masing cukup memberikan satu komen di setiap cermi yang telah dirangkum di ETALASE CERMI tadi, maka dalam waktu singkat minimal setiap cermi mendapat 19 komen. Ini sudah lebih dari cukup untuk bisa mendapat nilai full. Masa iya sih kita tidak mau berbalas komen dengan teman yang sudah rela meluangkan waktu BBC di cermi kita?

Usaha ini Alhamdulillah mendapat respons yang baik, bahkan sampai Pa UR andil dalam usaha merapikan balasan email yang tidak sesuai di thread ETALASE CERMI. Satu yang beliau komentari adalah, “…mungkin lebih baik jika ETALASE CERMI-nya dibuat dalam bentuk cermi juga”. Berangkat dari sini maka muncullah cermi yang sedang Anda baca sekarang. Saya pikir list cermi MMSP juga perlu dibuat sebab untuk mendapatkan SC atas keikutsertaan seminar MMSP harus membuat cermi, nah inilah saatnya kalian merasakan manfaat dari cermi ini. Sayapun berharap Pa UR akan lebih mudah memeriksa dan selanjutnya menyebarkan SC kepada miters semua.

Baik berikut adalah daftar cermi yang berhasil dibuat kawan-kawan miters peserta MMSP 22-24 September 2014 calon penerima SC :). Bagi yang masih mau menambahkan bisa pasang di kolom komentar, nanti InsyaAllah saya rapikan, tidak perlu request. Terimakasih.

Peserta MMSP 2014

NomorNamaNomorNama
1Ahmad Roihan (Daytime),Certified13Muhabat
2Andi14Nia Kusniawati
3Atik Makrifah15Ofah Musyarofah
4Bayu Pramono16Qurotul Aini (Day 1), (Day 2), (Certified)
5Citra Berliani Utami17Rizal Fitrah Nugraha
6Ely Nuryani18Samuel David Tiwa
7Indri Handayani19Syukran Fadhilah
8Irma Yunita Ruhiawati20Wahyu Prasetyo
9Langgeng Listiyoko21Waliadi Gunawan
10Listina Nadhia Ningsih22Yogi Yanuar
11Lukman Faruk23
12Ma'sum24

Special For You

ETALASE CERMI : ASSIGNMENT 4 DISCIPLINE IT

Halo Pribadi Raharja sekalian, saya ingin membuat daftar cermi-cermi yang berkaitan dengan penyelesaian assignment 4 yaitu Discipline IT. Bahwa salah satu syarat agar kita dapat nilai full adalah harus mendapat minimal 15 komentar. Nah bukankah lebih seru jika ada satu cermi sebagai home yang berisi kumpulan cermi-cermi tersebut. Ya boleh dianalogikan sebagai perpustakaan online. Harapannya adalah semua mendapat komentar full, semua saling komen satu sama lain, maka saya yakin sangat mudah mendapatkan 15 komen. Syaratnya harus ada 15+1 cermi dan semua author saling BBC.

Saya awali dengan pembuatan ETALASE CERMI ini di  Rinfogroups MIT2. Ada satu thread yang khusus berisi link cermi, BUKAN yang lain. Beberapa masih ada yang belum mengerti sehingga ada reply yang umum seperti balasan-balasan email biasa. Untuk merapikannya, saya perlu bantuan admin sebab mereka yang punya otoritas merapikan (baca:delete post). Akhirnya terbentuklah satu thread ETALASE CERMI yang khusus berisi laporan link cermi yang sudah berhasil dibuat teman-teman Miters.

Saya cukup senang ternyata beberapa Miters benar-benar terbantu mendapatkan quota BBC meski publish di masa injury time. Dan di akhir waktu pemberian nilai, Pa UR berujar bahwa mungkin akan lebih baik jika model ETALASE CERMI-nya dalam bentuk cermi juga. OK Sir, if you don’t mind please check it out.

Ini hasilnya

Cermi Assignment

NomorNamaNomorNama
1Ahmad Roihan18Ma'sum
2Andi19Mochamad Indra Irawan
3Atik Makrifah20Mochamad Yusuf Romdoni
4Bayu Pramono21Muhabat
5Citra Berliani Utami22Nanang Ruhianah
6Danang Rifai23Nia Kusniawati
7Ely Nuryani24Nurfauzi
8Frans Suharno25Ofah Musyarrofah
9Hendra Kusumah26Qurotul Aini
10Iman Khairurohmah27Rizal Fitrah Nugraha
11Indri Handayani28Rizki Fathullah
12Irma Yunita Ruhiawati29Samuel David Tiwa
13Karwandi30Syukran Fadhilah
14Khanna Tiara31Wahyu Prasetyo
15Langgeng Listiyoko32Waliadi Gunawan
16Listina Nadhia Ningsih33Yogi Yanuar
17Lukman Faruk

International Multimedia Signal Processing 2014

Album MMSPDiscuss

Salam Pribadi Raharja, kampus kita Raharja mulai Senin, 22 September 2014 hingga Rabu 24 September 2014 akan melangsungkan perhelatan akbar yang melibatkan para insan komputer dari penjuru dunia. Persiapan yang maksimal sudah tampak sejak beberapa bulan lau, bahkan official registration sudah closed sejak bulan Juli lalu.

Sungguh beruntung dapat menghadiri dan menjadi bagian dari participant dalam event tahunan ini. Semula saya berpikir sudah tidak mungkin bisa mendapatkan kesempatan emas ini, namun dengan usaha Bp Untung Rahardja yang luar biasa sehigga hampir semua mahasiswa S2 angkatan II ini dapat mengikuti seminar.

Baik, saya akhirnya berkesempatan hadir di hari kedua yang mana banyak materi-materi luar biasa yang diagendakan. Salah satu yang menarik buat saya adalah Human Computer Multimedia. Dalam pembahasannya diceritakan bahwa saat ini salah satu yang membanggakan adalah kemampuan komputer dengan segala rekayasanya membantu jutaan kaum Difable/ Disability . Ini menarik bahwa semakin tinggi peradaban manusia ternyata diimbangi pula dengan kebutuhan untuk memberdayakan kaum dengan keterbatasan dan memanusiakannya ke derajat yang setinggi-tingginya. Beberapa tunanetra, sebagian lagi kehilangan pendengaran, bahkan kehilangan anggota tubuh, dengan komputer mereka dapat berkarya tanpa adanya kendala.

Jelas bahwa dengan adanya seminar semacam ini mampu memberikan manfaat yang luas bagi khalayak ramai, mendorong terjadinya “something like a miracle…dream come true!”. Komputer adalah teknologi multiguna, multidisiplin ilmu, universal dan fleksibel. Saya rasa dengan usaha Perguruan Tinggi Raharja secara bersungguh-sungguh agar dapat menjadi penyelenggara MMSP ini adalah bagian dari keinginan untuk membuktikan manfaat teknologi komputer secara luas.

Ada pula topik mengenai pemanfaatan komputer dalam sosial. Tingginya tingkat stress di kota-kota besar seperti Jakarta menuntut adanya peran lebih dari teknologi. Di kota besar lebih diinginkan ketersediaan informasi yang akurat. Sebagai contoh pemanfaatan GPS, autopilot, informasi cuaca, kendali polusi dan sebagainya. Semakin saya merasakan sebuah petuah “…semakin tinggi kalian menuntut ilmu maka semakin kalian merasa bodoh..”. Bahwa sangat banyak yang belum saya ketahui, dan ini justeru ditemukan ketika saya ada di tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Thanks Raharja.

Well, akhirnya saya berkesempatan berbincang sedikit dengan 2 perwakilan dari Jepang. Hiroshi Sankoh san memperkenalkan teknologi visual 3D, di mana kita dapat melakukan manipulasi terhadap foto yang kita capture lalu di-masking dengan kemampuan rotasi 3D. Jadi seandainya diaplikasikan di dalam game, kita bisa melihat apa sebenarnya yang terjadi di sekeliling objek bahkan di bawah tempat objek berpijak.

Perwakilan satu lagi dari Jepang masih di bidang visual/video. Kali ini dia memperkenalkan kemampuan replay mode dengan kualitas HD pada siaran Live Sport. Khusus topik ini saya ada yang perlu saya tanyakan sebeanrnya ke narasumber, namun sayang saya tidak mendapat akses (terlewatkan minta namecard).

MMSP-Langgeng

Demikian oleh-oleh dari MMSP 2014.

Ulasan “Learning in the Matrix”

Setelah saya baca article yang dimaksud, maka inilah comment dan sekaligus jawaban saya untuk Assignment 2.
Satu kutipan yang sangat menyentuh saya adalah pernyataan bahwa saat ini, di mana teknologi informasi yang canggih sudah begitu melekat dalam setiap sendi kehidupan manusia, menyajikan apa yang manusia butuhkan (bahkan yang tidak terpikirkan sebelumnya) sekolah hendaknya harus mengubah paradigmanya dari sebelumnya menyampaikan informasi menjadi memberikan inspirasi, “… is that the primary role of schools should move from providing information to providing inspiration.” Kemudian pernyataan ini dipertegas pada akhir tulisan bahwa sekolah akan jauh lebih berhasil dalam membantu para peserta didik menemukan dan mengembangkan bakatnya masing-masing apabila :
– memberikan informasi/ cerita inspiratif yang akan memotivasi anak menelusuri banyak hal.
– memberikan tantangan peserta didik dengan tugas-tugas yang menyenangkan yang secara alami akan menumbuhkembangkan potensi terhadap topik yang terkait dengan tugas tersebut.
Saya berpendapat bahwa dalam rangka menumbuhkembangkan potensi diri, tidak bisa sepenuhnya kita mengandalkan teknologi informasi saja, secanggih apapun itu teknologi. Sebab bagaimanapun manusia tidak bisa lepas dari kenyataan bahwa setiap individu dalam waktu bersamaan adalah makhluk individu dan sosial. Ketergantungan terhadap gadget, di satu sisi memang membawa kemajuan luar biasa dalam diri manusia (terutama pada apa yang diminatinya). Namun hal ini tidaklah memenuhi kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial yang perlu berinteraksi secara langsung terhadap lingkungan sekitar. Alhasil kepekaan sosial dewasa ini sudah hampir tidak lagi terasa, atau minimal berkurang. Media sosial tidaklah membuat anak menjadi pribadi yang percaya diri, tidaklah membuat anak mudah memaafkan, menghargai, memahami arti hak milik dan sebagainya. Jadi bagaimanapun peran sekolah atau eksistensi sekolah harus tetap terjaga, hanya saja memang harus lebih fokus kepada “memberikan inspirasi dan dorongan” untuk berkembang sesuai bakat masing-masing.
Pengalaman selama menjadi peserta didik misalnya, memang cukup membosankan jika pengampu di depan kelas sekedar “transfer ilmu”. Jika paradigmanya seperti ini, sekarang para murid akan lebih pintar hanya dalam waktu semalam sebelum kelas dimulai dengan berbagai media yang tersedia. Kenyataannya beberapa kampus akan lebih banyak mendorong mahasiswanya mencari ilmu yang relevan untuk sharing dan berdiskusi di kelas. Inilah yang saya maksud akan ada pengembangan diri bagaimana etika berdiskusi, berinteraksi dengan orang lain, menghargai, memaafkan, mendengarkan, mengontrol emosi dan sebagainya yang tidak mungkin dipelajari hanya dengan surfing di dunia maya. Hal-hal tersebut hanya bisa “learning by doing” dan salah satu tempat yang paling representatif adalah sekolah atau kampus. Sebagai pengajar saya berusaha melakukan ini, sebab apa yang saya harapkan ketika menjadi peserta didik pasti mereka rasakan juga. Dan terbukti dengan banyak mengajak diskusi suasana perkuliahan jauh lebih atraktif, interkatif dan inspiratif bagi pengembangan diri secara umum.

How to be MIT Author

Dear MiTers, saya mau share bagaimana menjadi author di mit.ilearning.me dan ini ditujukan kepada kalian yang terbiasa membaca milis melalui Googlegroups

Jadi mengapa saya tidak kunjung menyelesaikan assignment 2 dikarenakan dashboard saya tidak muncul menu MIT, padahal saya sudah diapproved sebagai author sejak 26 Agustus oleh Pa UR (sudah seminggu guys). Lagi-lagi saya bersyukur mengalami hal ini, semakin menambah keyakinan saya pada system e-learning ala iLearning sebagai media pendidikan yang efisien.
Kenapa bisa saya tidak lekas registered as author ? Dikarenakan TIDAK AKTIVASI. Mengapa bisa demikian? Karena saya terbiasa buka Googlegroups daripada inbox Rinfo. Apa hubungannya??? Yes because activation link had been sent to Rinfo, not MIT2 (milis) Intinya bagi kalian yang sudah request ke Pa UR sebagai author (supaya bisa posting di mit.ilearning.me) segera setelah mendapat jawaban dari pa UR cek inbox kalian di Rinfo (meskipun saya yakin mayoritas kalian lebih banyak ke sini daripada groups). Mungkin ada delay seperti yang saya alami sehingga saya pikir tidak perlu aktivasi, AWAS!! Harus ditunggu hingga mendapat email. Berikut penampakannya gan

Nah perhatikan kalimat Please click the following link to confirm the invite: segera ikuti langkahnya, dan……..BINGO you got it guys. Jika berhasil maka tampilannya seperti ini, monggo…

Perhatikan yang di kiri atas yang ada lingkarannya, itu tandanya Anda sudah berhasil added as AUTHOR dan sudah bisa mulai mengerjakan assignment 2 dari Pa UR dan segera request lagi untuk dipajang nama ente semua di class MIT2. Buruan MITers…sudah mulai memasuki injury time nih. Semoga kalian terbantu atas sharing saya…ini hasil bertapa selama seminggu lho..:))

Thank You….Bersama Sukses…Sukses Bersama

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Mangkubumi-Yogya

Mangkubumi-Yogya

Tak kenal maka tak sayang

Saya rasa ungkapan di atas akan tetap selalu relevan di setiap dimensi kehidupan sosial manusia. Perkenalan adalah gerbang menuju kesuksesan; sukses diri dan sukses bersama. Baiklah demi bersama-sama mewujudkan kesuksesan tadi, maka bagi saya perkenalan adalah suatu urgensi.

Saya dilahirkan dengan nama Langgeng Listiyoko 30 tahun lalu di kota Purworejo, sebuah kota perbatasan Yogyakarta. Merupakan anak pertama dari 2 bersaudara, dan sejak kecil selalu bersama hingga akhirnya memilih jalan hidup masing-masing selepas SLTA.

Meski saat ini tercatat sebagai mahasiswa Magister Teknologi Informatika, sebenarnya latar belakang pendidikan maupun lingkungan kerja saya bukanlah komputer atau Informatika. Sebelum menyelesaikan pendidikan S1 di Jurusan Sistem Informasi STMIK Muhammadiyah Jakarta pada 2008, saya mengenyam pendidikan kimia pada Jurusan Kimia Industri STEMBAYO (STM Pembangunan Yogyakarta – program khusus 4 tahun) tahun 1999-2003. Sebelum melangsungkan wisuda saya sudah tercatat sebagai staff pada perusahaan kimia untuk bagian Research and Development.

Ilmu yang diperoleh semasa kuliah sangat mempengaruhi cara berpikir dalam menyelesaikan masalah, negosiasi, merencanakan dan mengambil keputusan dalam dunia kerja saat ini. Singkatnya ilmu sistem informasi sangat bermanfaat bagi saya khususnya pada level manajerial.

Lebih lanjut tentang diri saya bisa disimak di langgeng.ilearning.me, dan tahukah anda ke mana pertama kali saya mencari tahu tentang raharja? Di sini tempatnya

First Touch iLearning

IMG_20140901_152927

Miters, dan Pribadi Raharja kalimat selanjutnya yang akan kalian temukan adalah ungkapan perasaan saya mengenai pengalaman pertama berinteraksi dengan iLearning. Dan mungkin bagi beberapa dari kalian pernah mendapati kalimat ini di posting milis kita, MIT2.

Di awal saya menjalani  dan menyandang status sebagai mahasiswa komputer (Jurusan Sistem Informasi) saya selalu membayangkan seandainya ada sistem pembelajaran yang sangat fleksibel, namun tetap menjaga integritas, disiplin, rasa keadilan, ketegasan dan yang paling penting adalah mendorong ke arah yang lebih baik. Kemudian saya mulai berpikir juga mengenai penekanan isu global warming yang jika ditarik ke hulu akan berakhir pada tingginya konsumsi kertas. Intinya bagaimana membangun paperless system di semua lini kehidupan.

Untuk menjawab itu semua mulailah saya menjelajahi system paperless yang sudah ada. Sebagai target pertama adalah proyek e-learning pada institusi perguruan tinggi. Namun sebelumnya saya sudah sedikit berbahagia dengan adanya sistem penerimaan PNS secara online, disusul pula sistem pendaftaran calon siswa SLTP/SLTA. Namun dari semua yang saya jelajahi, belum ada yang mampu menjawab kegundahan saya. Rata-rata yang saya temui hanyalah modul pendataan member, hasil kerja member, pengumuman kepada member dan informasi yang sifatnya rutin dan statis. Mudahnya begini, jika sistem e-learning tetapi hanya mampu melakukan pendataan mahasiswa, share modul dari dosen, melihat KHS, mencari info lowongan pekerjaan, itu menurut saya hanya mengubah media dari yang seharusnya dilakukan serentak di satu tempat menjadi bisa dilakukan dari tempat yang saling berjauhan. Ujian masih mengkonsumsi kertas, registrasi, modul, dan sebagainya masih bergantung pada kertas (bagaimana hubungan konsumsi kertas dan isu global warming saya ceritakan di lain waktu).

Lalu bagaimana dengan iLearning? Saya merasakan sesuatu yang benar-benar baru; all brand new seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Bahkan ketika mulai menggunakan sistem ini, lebih banyak lagi yang sebelumnya tidak pernah terpikir oleh saya ada di iLearning. Dalam perkuliahan bahkan saya tidak memerlukan pena sekalipun. Mungkin ya perlu lah untuk tanda tangan absen, come on guys even you won’t need it anymore!

Pengalaman yang berkesan di iLearning :

Kemudahan mengerjakan tugas dalam hal mendapatkan solusi atas masalah yang dihadapi

Berbagi resoucre

Absolutely paperless

Virtual campus

Dsb(dan sangat banyak), dll (dan lalu lupa)….

Enjoy iME

E-Learning ala iLearning

e-learning merupakan elemen dari domain mega proyek e-government. Dari sekian model e-learning saya cukup terusik dengan istilah iLearning yang secara artikulasi keduanya sama. Tetapi pasti ada yang berbeda. Benar saja ketika saya mulai surfing ke sana sini dan bertemulah dengan istilah TPi, dilanjutkan dengan pertemuan iME maka yang ada hanyalah TAKJUB.

iLearning didesain sedemikian rupa yang membuat para usernya merasakan betul kehadiran virtual campus. Di lain sisi saya berpikir bahwa untuk dapat menikmati resource yang disediakan, tentunya haruslah didukung dengan infrastruktur yang memadai. Dimulai dari hardware (Gadget, Laptop) kemudian sinyal / koneksi data internet, server dan administrator. Menurut saya semua haruslah sama-sama mumpuni untuk dapat menciptakan system yang tangguh. Jadi melihat kemapanan yang saat ini dinikmati, saya berkesimpulan bahwa e-learning model iLearning tidaklah didesain asal jadi untuk meningkatkan popularitas semata, melainkan memang sudah menjadi tren dan kebutuhan pokok bagi kampus komputer.

So, iLearning is the most functional e-learning I ever seen. Sukses selalu iLearning, sukses RAHARJA